SELAMATKAN BUMI

EVERY DAY IS EARTH DAY




Thu
29th
Jul '10

Surat pembaca pemicu penyelesaian transportasi perkotaan

Category : Urban Transport
0 views || comment please!

Seorang warga Jakarta menyampaikan keluhannya melalui sebuah surat pembaca di koran. hal seperti ini sebenarnya sudah biasa dan sering terjadi. Tapi ketika yang dikeluhkan adalah “ulah” Presiden SBY, maka ceritanya menjadi lain. Begitulah, si pembaca mengutarakan keluhannya terhadap iring-iringan Presiden yang sering membuat kemacetan total di kawasan Cibubur, ketika SBY akan pergi kerja dari Puri Cikeas, atau ketika SBy pulang kerumahnya ke Cikeas. …read more!

Thu
29th
Jul '10

Lombok mahal karena perubahan iklim??

Category : Environment
2 views || comment please!

Salah satu dampak perubahan iklim adalah kerentanan pangan. Akibat berubahnya pola hujan pada musim kemarau atau musim hujan, maka produksi pertanian dan perkebunan bisa merosot tajam. Harian Kompas pada minggu ketiga secara berturut-turut menurunkan headlines tentang ancaman kerentanan pangan di Indonesia. Salah satu indikasinya adalah kenaikan harga sembako akhir-akhir ini. …read more!

Tue
20th
Jul '10

Workshop Eco2 Cities di Vietnam

Bersama sejumlah pengelola kota di empat negara Asia Timur, Indonesia, Philippina, Laos dan Vietnam, Eco2Cities dibahas bersama di Ho Chi Minh City (HCMC) dari tanggal 7 sampai 9 Juni 2010 lalu.

Surabaya, Jakarta, Palembang dan Yogyakarta menjadi kota-kota peserta pertemuan yang agak teknis itu. Pertemuannya menjadi agak teknis, karena membahas mulai dari filosofi kolaborasi sampai contoh beberapa kota yang dinilai melakukan prinsip Eco2Cities.

Eco2Cities adalah pendekatan untuk mengintegrasikan pembangunan perkotaan yang mensinegikan Ekologi dan Ekonomi. Pendekatan ini sebenarnya bukan barang baru, melainkan kemasan baru yang diharapkan untuk membawa semangat baru bagi para manajer kota. Terutama untuk mengakomodasi isu-isu yang lebih sexy saat ini yaitu perubahan iklim. …read more!

Tue
13th
Jul '10

Angkutan umum kota hibernating, mati pelan-pelan.

Category : Urban Transport
11 views || (1) comment

Beberapa waktu lalu saya sempatkan naik bis Metromini Nomor 74 (rute Rempoa – Blok M), dari Tanah Kusir menuju Blok M, Jakarta. Saya naik dari Jl. Bendi Raya sekitar jam 8 pagi. Tujuan akhir saya pagi itu adalah Jl. Cikini Raya. Ketika saya naik, ternyata ada beberapa kursi yang masih kosong, dan Metro Mini berjalan pelan-pelan. Seperti biasa, kondektur berdiri di pintu sambil memanggil-manggil calon penumpang: “Blok M, Blok M …..”. Kondisi penumpang yang “sepi“, tidak seperti ketika dulu saya sering menggunakan Metromini Nomor 74 menuju kantor saya di Kebayoran, Jakarta. …read more!

Fri
4th
Jun '10

Viena kota terbaik dunia 2010; Calgary: the world best Eco-City 2010

Viena ditetapkan menjadi kota terbaik dunia pada tahun 2010. Penetapan ranking kota-kota dunia tersebut dilakukan oleh Mercer, sebuah konsultan internasional berpusat di London yang melakukan Survey tingkat kenyamanan hidup di berbagai kota di dunia. Singapore berada di tingkat 28, menjadi kota terbaik di wilayah Asia, disusul kota Tokyo yang berada di urutan 40. Dari sejumlah kota yang di survey, Kota Baghdad menempati urutan terbawah dari 221 kota. …read more!

Mon
24th
May '10

Mobilitas di kota masa depan

Category : General
44 views || comment please!

Kota-kota besar di Indonesia saat ini sedang menuju kondisi yang mengkhawatirkan dalam hal mobilitas. Untuk bergerak dari rumah ke kantor, atau dari suatu tempat ke tempat lainnya dalam kota, orang harus membutuhkan waktu yang sangat lama dan biaya yang besar. Transportasi yang semula berfungsi untuk memudahkan pergerakan dan mobilitas orang, saat ini transportasi menjadi kendala dan hambatan yang besar. Kesesakan di kota seperti Jakarta dan Surabaya, semakin terasa, ketika untuk mencapai suatu tujuan di dalam kota harus membutuhkan waktu satu jam dan biaya yang besar.

Kalau kondisi transportasi Jakarta dan Surabaya tidak dilakukan hal-hal yang radikal, maka dalam kurun waktu 5 -10 tahun kedepan, kota dan transportasinya akan menjadi tempat yang mengerikan. Bagaimana tidak mengerikan, kalau untuk jarak 5 kilometer harus ditempuh lebih dari 30 menit, dengan kemacetan, bahkan rawan kecelakaan. Setiap titik di jalan kota menjadi tempat yang bisa menjadi tempat kecelakaan lalulintas. Perilaku pengguna jalan masih jauh dari harapan akan keselamatan dan kemacetan, hampir disetiap tempat dapat dilihat orang menyerobot, bahkan kecelakaan yang membahayakan pengguna jalan. Di tengah keprihatinan seperti itu, masih ada secercah harapan kalau suatu saat kelak, akan tercipta mobilitas yang aman, nyaman di kota-kota besar.

…read more!

Wed
5th
May '10

Menghitung emisi gas rumah kaca dari pembangunan jalan

Category : Urban Transport
67 views || comment please!

 Boleh dibilang hampir semua kegiatan manusia menimbulkan emisi gas rumah kaca, apakah dalam bentuk CO2, CH4, SO2 dan lain-lain. Kalaupun ada kegiatan yang tidak langsung menimbulkan emisi gas rumah kaca, secara tidak langsung dapat menimbulkan gas rumah kaca, karena menggunakan energiatau karena menggunakan bahan-bahan lain.

Pembangunan jalan termasuk kegiatan pemeliharaan, merupakan salah satu kegiatan yang menimbulkan emisi gas rumah kaca (GRK). Untuk mengetahui berapa besar emisi GRK dari pembangunan jalan, International Road Federation (IRF) telah mengembangkan suatu metode penghitungan emisi GRK dari pembangunan jalan. Model yang disebut “CHANGER” tersebut dikembangkan selain untuk menghitung emisi GRK, tetapi juga merupakan bentuk partisipasi dan kepedulian dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. …read more!

Fri
30th
Apr '10

Workshop Urban Transport Surabaya

Category : General
52 views || (2) comments

Direncanakan tanggal 3-4 Juni 2010, sehari setelah Pemilukada Surabaya, akan dilaksanakan sebuah workshop Surabaya Urban Transport di Surabaya. World Bank akan mendukung acara tersebut bersama Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kota Surabaya. Mustapha Benmaamar, Transport Sector Coordinator, The World Bank, Jakarta bertemu Walikota Surabaya tanggal 30 April 2010. …read more!

Tue
30th
Mar '10

Kota tanpa emisi gas rumah kaca

Category : Environment
109 views || (2) comments

Add to FacebookAdd to DiggAdd to Del.icio.usAdd to StumbleuponAdd to RedditAdd to BlinklistAdd to TwitterAdd to TechnoratiAdd to Yahoo BuzzAdd to Newsvine

Uang bisa membuat orang lupa diri dan bisa berujung ke hal-hal negatif. Bagi orang yang kreatif, uang dan kekayaan bisa memberikan kesejahteraan bagi manusia dan lingkungan. Uang banyak bisa juga membuat orang kreatif. Setidaknya itulah yang ingin diwujudkan oleh Negara Abu Dhabi. Negara petro dollar itu akan membangun kota MASDAR, sebagai kota yang tidak mepunyai emisi gas rumah kaca. Luar biasa. …read more!

Thu
11th
Mar '10

Mengangkat lagi Environmentally Sustainable Cities

Category : Environment
96 views || comment please!

Add to FacebookAdd to DiggAdd to Del.icio.usAdd to StumbleuponAdd to RedditAdd to BlinklistAdd to TwitterAdd to TechnoratiAdd to Yahoo BuzzAdd to Newsvine

Kota-kota di dunia berkembang semakin mengkhawatirkan. Kerusakan dan pengrusakan lingkungan di perkotaan terus berlangsung dengan kecepatan yang membahayakan. Sayangnya masih banyak orang seolah tidak mau tau bahaya lingkungan yang mengancam manusia perkotaan. Kekhawatiran itu terungkap dalam High Level Seminar on Environmentally Sustainable Cities (ESC) yang dihelat oleh KLH di Jakarta baru-baru ini. …read more!

Wed
10th
Mar '10

Pelabuhan yang berlokasi di antah berantah….

Category : Urban Development
89 views || comment please!

Kota-kota pelabuhan memasuki babak baru dengan diberlakukannya Undang-Undang Pelayaran dan Peraturan Pemerintah tentang Kepelabuhanan. Kedua perangkat hukum itu cukup lengkap mengatur segala kegiatan di pelabuhan. Sayangnya, terkesan bahwa pelabuhan dianggap sebagai “negara dalam negara” yang punya otoritas sendiri. Seolah-olah pelabuhan tidak berada di wilayah tersendiri dan tak ada keterkaitan dengan  pemerintah daerah otonom. Peran Pemerintah Daerah dalam pelabuhan hanya sekedar macan ompong. …read more!

Mon
8th
Feb '10

Es mencair di Arctic, kerugian US $ 24 trillion dollar

Category : Environment
74 views || (2) comments

Akibat merugikan dari pemanasan global semakin hari semakin besar. Sebuah laporan menyebutkan bahwa kerugian total akibat mencairnya es di Arctic, akibat pemanasan global, pada tahun 2050 akan mencapai  24 trillion US Dollar. Kerugian sebesar itu terutama disebabkan oleh banjir, gelombang panas, kenaikan permukaan air laut. Pada penelitian sebelumnya, kerugian sebesar itu baru akan dicapai pada tahun 2100. …read more!

Mon
1st
Feb '10

Terminal-3 Cengkareng tidak ramah lingkungan

Category : Environment
173 views || comment please!

Untuk pertama kalinya, Rabu (27/01) saya menggunakan Terminal-3 Cengkareng untuk boarding, kembali ke Surabaya. Sebelumnya pernah juga melalui kedatangan terminal-3, tapi karena hanya sekedar keluar dan langsung menuju Jakarta, jadi tidak sempat memperhatikan keadaan terminal. Kemarin, saya “terpaksa” tinggal hampir 5 jam di Terminal-3, jadi sempat mengamati beberapa hal. Kesimpulannya, Terminal-3 Cengkareng, tidak ramah lingkungan, boros energi, tidak sesuai dengan tuntutan jaman sekarang, alias “tidak gaul”. …read more!

Mon
25th
Jan '10

Memahami statistik dalam MDG’s

Category : Urban Development
158 views || comment please!

Sudah disepakati secara internasional, bahwa pada tahun 2015, diharapkan setengah dari penduduk bumi dapat dientaskan dari kemiskinan. Itu salah satu tujuan Millenium Development Goals (MDGs). MDG dicanangkan di tahun 2000, dengan tujuan agar negara dan bangsa-bangsa melakukan upaya yang sungguh-sungguh untuk meningkatkan kualitas hidup manusia. Tahun 2010, adalah peroide yang digunakan untuk menilai, seberapa jauh target MDG sudah dicapai. Pertanyaan yang sangat penting untuk dijawab adalah “Bagaimana sebenarnya memahami MDG sebagai tujuan pembangunan”. …read more!

Thu
31st
Dec '09

Apa dan bagaimana setelah COP 15 Copenhagen

Category : Environment
358 views || (3) comments

Tahun 2009 beberapa jam lagi segera berakhir. Konperensi Iklim COP15 baru saja ditutup di Copenhagen. Meski ada kesepakatan yang didapat, tapi secara substansi hasil COP-15 Copenhagen jauh dari harapan. Kesepakatan antar kepala negara terlalu umum, perlu beberapa tahapan lagi untuk menjadikan kesepakatan itu sebagai program aksi di lapangan untuk mengurangi pemanasan global. …read more!

Togar Arifin Silaban

Keep Our Cities be Sustainable