Nobel Perdamaian untuk perubahan iklim; Al Gore dan Inter-governmental Panel on Climate Change (IPCC)
Posted : October 18th, 2007 by Togar Silaban and 439 Views so far.
Tahun 2007 ini hadiah Nobel perdamaian diberikan kepada “USA former vice president” Al Gore dan Inter-governmental Panel on Climate Change (IPCC), lembaga PBB yang mengkaji perubahan iklim. Penghargaan ini merupakan wujud kepedulian internasional terhadap perubahan iklim. Tetapi hadiah Nobel perdamaian ini juga seolah ingin memperingatkan Amerika untuk lebih peduli terhadap perubahan iklim. Pemerintah Amerika tidak meratifikasi Kyoto Protocol untuk kampanye perubahan iklim.
Perubahan iklim merupakan bencana yang siap mengintip kehidupan manusia dimuka bumi. Meski belum bisa diperkirakan secara akurat, akibat perubahan iklim ini sangat serius dan akan membahayakan umat manusia tanpa mengenal batas-batas wilayah dan negara. Frekuensi dan magnitude bencana perubahan iklim semakin lama semakin tinggi, korban dan kerugian semakin besar. Kalau tidak ada upaya yang sungguh-sungguh secara internasional, maka bencana perubahan iklim berpontensi menjadi konflik internasional yang membahayakan perdamaian dunia. Mungkin karena melihat perkembangan yang demikian itulah Komite Hadiah Nobel, memutuskan untuk memberikan penghargaan Hadiah Nobel bagi perubahan iklim.
Selama ini Nobel Perdamaian diberikan kepada orang-orang berbuat dan bekerja untuk mengupayakan dan menciptakan perdamaian dari keadaan konflik chaos. Kali ini Nobel Perdamaian diberikan kepada orang dan lembaga yang bekerja secara sungguh-sungguh untuk menghindari terjadinya konflik. Pendekatan pemberian penghargaan dari sudut yang berbeda. IPCC telah bekerja melakukan kajian dan analisis terhadap pemanasan global. Lembaga PBB ini melakukan serangkaian penelitian dan riset untuk memberikan rekomendasi kepada dunia internasional. Hasil kerja IPCC dijadikan acuan untuk mengambil kebijakan perlindungan iklim secara internsional. Hal itulah yang dijadikan referensi bagi UNFCC (United Nation Framework on Climate Change) yang melakukan pertemuan dan negosiasi tahunan, termasuk yang akan dibahas di Bali awal Desember 2007. Hasil kerja IPCC ini dinilai dapat mengurangi potensi terjadinya konflik internasional.
Mantan wakil Presiden AS, Al Gore, sesungguhnya adalah orang yang sudah sejak lama menyadari perlunya upaya bersama secara global untuk menyelamatkan bumi dari pemanasan global. Sewaktu ia menjadi senator sebelum menjabat sebagai wakil presiden, ia sudah banyak berbicara dan menulis tentang upaya perlindungan iklim. Meski ia menjabat sebagai Wakil Presiden, nampaknya Al Gore belum dapat meyakinkan “politik mainstream” Amerika untuk mendukung secara formal Kyoto Protocol. Hal ini membuktikan betapa kuatnya loby-loby pengusaha dalam pengambilan keputusan politik Amerika. Dalam sistim pemerintahan Amerika seorang wakil Presiden pun tidak bisa mengambil keputusan berdasarkan pendiriannya semata, meski pendiriannya itu diakui dan diterima dunia internasional. Keputusan Pemerintah Amerika untuk tidak menandatangani Kyoto Protocol didukung dan disiapkan oleh USEPA (United States Environment Protection Agency). Keputusan Amerika untuk tidak meratifikasi Kyoto Protokol merupakan kontroversi dengan pendirian Al Gore yang sejak lama sudah meyakini perlunya kerjasama internasional untuk perlindungan iklim. Para pejabat USEPA lebih kuat katimbang wakil presiden Al Gore.
Ketika Nobel Perdamaian diberikan kepada Al Gore, setidaknya hal itu merupakan pukulan terhadap kebijakan Pemerintah Amerika, sekaligus dorongan bagi Al Gore untuk membawa negerinya pada kerangka kerjasama internasional untuk perubahan iklim. Dengan penghargaan itu seolah ingin membuktikan bahwa kebijakan Pemerintah Amerika keliru. Pemerintah Amerika harus didorong mencari mekanisme lain untuk memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap perlindungan iklim. Sebagaimana diketahui, emisi gas rumah kaca paling besar berasal dari Amerika. Karena itu selayaknya Amerika memberikan kontribusi paling besar dalam upaya perlindungan iklim. Sesungguhnya ada berbagai pihak di Amerika yang mendukung perlindungan iklim selain Al Gore, sebut saja Arnold Swazenegger, Gubernur California, saat ini mendukung kebijakan perubahan iklim di California.
Bangsa Amerika (yang tidak identik dengan Pemerintah Amerika) harus memanfaatkan momentum Nobel Perdamaian 2007 untuk mendorong pemerintahnya mendukung kebijakan perlindungan iklim. Bila Pemerintah Amerika bersikukuh dengan kebijakan tidak populernya, maka dunia internasional harus memojokkan Amerika. Dunia internasional harus berani mengucilkan Amerika untuk bertanggung jawab akan pemanasan global yang disebabkan oleh emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh Amerika. Kalau mekanisme Kyoto Protocol diangap tidak sesuai untuk Amerika, maka harus disiapkan mekanisme lain yang bertujuan sama.





[…] Pemilihan AL Gore dan IPCC sebagai pemenang Hadiah Nobel bidang perdamaian setidaknya ada dua alasan. Yang pertama adalah bahwa pemanasan global dinilai sebagai potensi konflik yang mengganggu perdamaian dunia. Bencana lingkungan akibat pemanasan global diperkirakan bisa menenggelamkan beberapa negara dengan pulau-pulau kecil di kawasan Pacifik hingga hilang tak berbekas. Hal itu bisa terjadi akibat es kutub yang mencair akibat pemanasan global dan juga badai yang menghancurkan pantai-pantai di kawasan Pacifik. Hilangnya suatu negara karena bencana lingkungan tentulah merupakan masalah yang tidak sepele. Ini bisa menjadi potensi konflik antar negara. Karena itu harus ada upaya yang sistematis untuk menurunkan pemanasan global yang diakibatkan oleh emisi gas rumah kaca. […]