Hujan baru 15 menit, jalan sudah tergenang
Posted : December 19th, 2007 by Togar Silaban and 175 Views so far.
Senin sore 17 Desember kemarin hujan turun dengan deras dan lama. Sesaat sebelum saya pulang kantor, mendung semakin tebal, dibeberapa bagian lain sudah terlihat menghitam. Dan ketika keluar dari kantor, hujan sudah mengguyur Surabaya dengan derasnya. Sepanjang perjalanan menuju rumah jalanan banyak yang tergenang, padahal hujan baru turun antara 10 sampai 15 menit. Di sekitar Kertajaya tinggi air air bahkan hampir 20 cm, terlihat dari ban kendaraan yang terendam air.
Genangan yang begitu cepat sebenarnya tidak perlu terjadi kalau saja saluran tepi jalan bisa berfungsi dengan baik. Meski hujan cukup deras, dalam waktu singkat mestinya air bisa teralirkan ke saluran sekunder, sehingga jalan tidak perlu tergenang. Kalau hujan baru sekitar 10 sampai 15 menit, lalu jalan sudah tergenang air, sudah pasti penyebabnya adalah saluran tepi jalan yang tersumbat. Kalau saluran tepi jalan, yang masuk kategori saluran tersier, tersumbat, maka airĀ tergenang di jalan karena saluran tersier untuk membawa air ke saluran sekunder tidak berfungsi.
Seandainya hujan lebih dari 30 menit, air masih belum tergenang, berarti saluran tersiernya bagus. Secara umum kalau saluran tersier bagus, air yang turun akan mencapai saluran sekunder dalam waktu kira-kira 30 menit. Hal ini tentu saja tergantung kondisi kemiringan tanah. Tetapi umumnya saluran sekunder perkotaan dirancang bisa menampung air hujan dari kawasan sekitarnya dengan jarak tempuh air kurang lebih 30 menit. Selanjutnya air dari saluran sekunder dialirkan ke saluran primer yang umumnya berupa sungai. Begitu kira-kira pengaliran air hujan di kawasan perkotaan.
Supaya jalan tidak tergenang kalau hujan turun, maka saluran tepi jalan harus kosong pada waktu tidak ada hujan. Tapi seringkali meski tidak ada hujan, saluran tepi jalanĀ sudah penuh. Itu karena sampah dan sedimen (lumpur) yang mengendap didasar saluran. Jadi sewaktu turun hujan, saluran tepi jalan itu sudah tidak bisa menampung air hujan.
Supaya saluran tepi jalan tidak penuh sedimen, ya bersihkan saja dengan dikeruk secara terus menerus. Sebenarnya sederhana, tapi kok umumnya jalan di kota sampai tergenang??.





Betul pak. baru hujan sebentar saja dimana-mana sudah banjir. Dulu baru di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya saja yang seperti itu, tetapi sekarang malah mulai di kota-kota seperti Cipanas, Bogor, dan lainnya, dimana kita pikir banjir dikirim dari sana, malah disananya banjir juga.
Aku Ingin Hijau