Algae dikembangkan sebagai sebagai sumber biofuel masa depan
Posted : January 30th, 2008 by Togar Silaban and 886 Views so far.
Krisis enerji dan pemanasan global memacu manusia untuk mencari sumber enerji alternatif. Yang paling anyar dari upaya itu adalah pemanfaatan algae sebagai sumber biofuel yang bisa dibudidayakan. Sebuah konsorsium perusahaan Amerika, Green Solutions dan Valcent Products Inc, sedang mengembangkan pemanfaatan algae sebagai sumber minyak (biofuel) di El Paso, Mexico. Berdasarkan riset yang dilakukan kedua perusahaan itu, algae dapat menjadi sumber minyak yang potensial.
Pengembangan algae dilakukan karena terbukti bahwa dengan perlakuan tertentu, algae dapat diekstrak dan menghasilkan minyak. Untuk mendapatkan ektrak minyak yang tinggi, algae ditanam dan dibiakkan dalam suatu reaktor tertentu yang dinamakan Vertigro Reactor. Reaktor ini dikembangkan oleh Green Solutions setelah menyelidiki dan mengamati pertumbuhan algae. Diperairan bebas (air laut maupun air tawar), algae tumbuh hanya dibagian permukaan, karena algae memerlukan sinar matahari yang banyak untuk melakukan fotosintetis. Karena itu Green Solutions merancang reaktor vertikal agar dengan luasan ruang yang kecil, diperoleh permukaan air yang luas. Dengan demikian volume algae yang dikembangbiakkan lebih besar.
Green Solutions mengembangkan sepecies algae yang tingkat dan kadar minyaknya cukup tinggi. Untuk tujuan itu reaktor dirancang sedemikian rupa sehingga produktifitasnya cukup tinggi. Demikian Doug Frater, CEO Green Solutions. Kondisi bioreaktor Vertigro yang dirancang sedemikian rupa oleh para peneliti Green Solutions. Algae selain digunakan sebagai bahan baku biofuels, ternyata sekaligus juga menyerap CO2 cukup tinggi. Metabolisme algae menyerap CO2 disekelilingnya. Sehingga manfaat algae ganda untuk mengurangi gas rumah kaca sekaligus juga untuk memproduksi minyak nabati.
Kerjasama Green Solution dan Valcent Product sangat efisien. Green Solution memfokuskan diri pada rekayasa teknik pengembangan bioreaktor Vertigro dan ekstraksi minyak dari algae. Sementara Valcent Product mengembangkan pemasaran reaktor dan minyaknya tersebut. Konsorsium kedua perusahaan ini akan menjual teknologi pengembangbiakan algae dan ekstraksi minyaknya sekaligus juga menjual produk bio fuel dari algae. Mereka sudah menyusun business plan sampai tahun 2010. Mereka yakin akan mendapatkan keuntungan dari pemanfaatan algae ini.
Tulisan disarikan dari majalah “FUEL” (Hart Energy Publication), edisi kuarter ke 4, 2007.





Potensi pengembangan algae di Indonesia sesungguhnya sangat besar. Sinar matahari tersedia sepanjang tahun, selama 12 bulan setahun. Rasanya jauh lebih banyak ketimbang di Mexico, spesies algae juga tersedia. Tinggal lagi bagaimana memilih jenis yang sesuai dan potensi minyaknya besar.
Kalau di Mexico dan Amerika saja menjanjikan bisnis yang potensial apalagi di Indonesia, kemungkinan besar biaya produksi di Indonesia lebih rendah dari Mexico, jadi mestinya potensi keuntungannya besar. Ini peluang bisnis sekaligus mengurangi gas rumah kaca.
Potensi alga perlu diteliti lebih lanjut. Adakah referensi di Indonesia yg sudah memulai menelitinya?
Thank You Bang
PG
[…] perhatian serius terhadap biofuel. Padahal potensi pengembangan biofuel di Indonesia sangat besar. Algae sangat mungkin dikembangkan di Indonesia, karena Indonesia kaya akan panas matahari yang diperlukan […]
[…] : Lihat juga : Algae sumber biofuel masa depan. Amdal Bermasalah Butuh Standardisasi « previous post « Leave a […]
adakah Forum Indonesia yg membahas hal ini ? bisa kasih referensi alamatnya? saya ingin tahu apakah mesin tidak rusak memakai biofuel ?
Saat ini Algae belum begitu banyak dibudidayakan di Indonesia tetapi sepuluh tahun yang lalu ada yang membudidayakan bahkan bisa dibudidayakan dengan teknik yang sederhana dalam gentong plastik 100 liter dan bantuan aerator serta sinar lampu neon 20 watt,coba aja.
exploitasi laut harus segera mulai, indonesia negara maritim…
kalau memang berjalan akan menjadi proyek besar dunia dan membawa keuntungan bagi negara maritim…