<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments on: Quo vadis sistim transportasi Surabaya ?</title>
	<atom:link href="http://www.togarsilaban.com/2008/12/31/quo-vadis-sistim-transportasi-surabaya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.togarsilaban.com/2008/12/31/quo-vadis-sistim-transportasi-surabaya/</link>
	<description>Keep Our Cities be Sustainable</description>
	<lastBuildDate>Sun, 05 Sep 2010 06:40:15 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>By: Togar Silaban</title>
		<link>http://www.togarsilaban.com/2008/12/31/quo-vadis-sistim-transportasi-surabaya/comment-page-1/#comment-687</link>
		<dc:creator>Togar Silaban</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Jan 2009 02:41:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.togarsilaban.com/2008/12/31/quo-vadis-sistim-transportasi-surabaya/#comment-687</guid>
		<description>Saya juga sangat menyayangkan kondisinya menjadi seperti sekarang. Itulah sebabnya saya tulis posting ini. Setidaknya mengungkapkan keprihatinan saya. Soal ketinggalan dengan kota lain, seperti yang sudah saya tulis diatas, Surabaya memang jadi mundur jauh untuk transportasi massal.

*
Saya juga mendukung transparansi. 
Maaf, saya tidak dalam posisi yang bisa menjelaskan apa penyebab dibatalkannya program BRT Surabaya. 

Saya lebih tertarik membahas bagaimana memperbaiki atau mencari solusinya. Menurut saya salah satunya adalah dengan mengajak pihak-pihak yang peduli transportasi kota untuk sumbang saran. Bagaimana memulai kembali, supaya ada program pengembangan transportasi perkotaan Surabaya.

Saya salah satu yang tidak sependapat dengan wacana pengembangan &quot;elevated commuter train&quot; di Surabaya. Persoalannya, bukan karena tidak setuju. Tapi rencana itu lebih tidak realistis lagi untuk dilaksanakan. Elevated commuter train, membutuhkan biaya yang sangat besar. Dari mana uang untuk membiayai rencana itu. Siapa yang akan menanggung beban yang sangat besar itu. 

Membangun elevated commuter train sepanjang satu kilometer, mungkin biayanya sudah sama dengan membangun BRT 50 kilometer. Jadi pilih yang lebih realistis aja.

Secara informal, saya sudah pernah menyampaikan itu kepada pengurus MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) cabang Jatim. Kita tunggu saja apakah MTI akan membuat rekomendasi konkret, dan kapan rekomendasi itu diberikan ke Pemerintah.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya juga sangat menyayangkan kondisinya menjadi seperti sekarang. Itulah sebabnya saya tulis posting ini. Setidaknya mengungkapkan keprihatinan saya. Soal ketinggalan dengan kota lain, seperti yang sudah saya tulis diatas, Surabaya memang jadi mundur jauh untuk transportasi massal.</p>
<p>*<br />
Saya juga mendukung transparansi.<br />
Maaf, saya tidak dalam posisi yang bisa menjelaskan apa penyebab dibatalkannya program BRT Surabaya. </p>
<p>Saya lebih tertarik membahas bagaimana memperbaiki atau mencari solusinya. Menurut saya salah satunya adalah dengan mengajak pihak-pihak yang peduli transportasi kota untuk sumbang saran. Bagaimana memulai kembali, supaya ada program pengembangan transportasi perkotaan Surabaya.</p>
<p>Saya salah satu yang tidak sependapat dengan wacana pengembangan &#8220;elevated commuter train&#8221; di Surabaya. Persoalannya, bukan karena tidak setuju. Tapi rencana itu lebih tidak realistis lagi untuk dilaksanakan. Elevated commuter train, membutuhkan biaya yang sangat besar. Dari mana uang untuk membiayai rencana itu. Siapa yang akan menanggung beban yang sangat besar itu. </p>
<p>Membangun elevated commuter train sepanjang satu kilometer, mungkin biayanya sudah sama dengan membangun BRT 50 kilometer. Jadi pilih yang lebih realistis aja.</p>
<p>Secara informal, saya sudah pernah menyampaikan itu kepada pengurus MTI (Masyarakat Transportasi Indonesia) cabang Jatim. Kita tunggu saja apakah MTI akan membuat rekomendasi konkret, dan kapan rekomendasi itu diberikan ke Pemerintah.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anggun Dewara</title>
		<link>http://www.togarsilaban.com/2008/12/31/quo-vadis-sistim-transportasi-surabaya/comment-page-1/#comment-685</link>
		<dc:creator>Anggun Dewara</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 16:41:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.togarsilaban.com/2008/12/31/quo-vadis-sistim-transportasi-surabaya/#comment-685</guid>
		<description>Masalah transportasi memang selalu menarik didiskusikan ya Pak.
Kalau menurut Pak Silaban, mangkraknya semua rencana transporasi massal itu lebih ke aspek teknis ekonomis atau politis ekonomis?
Mungkin Pak Silaban bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat, apa yang menyebabkan anggaran untuk transportasi massal tahun 2008 dibatalkan dan tahun 2009 ditiadakan.
Jika hendak melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan, bukankah proses pengambilan keputusan itu peru dibuat transparan ya Pak?
Terima kasih.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Masalah transportasi memang selalu menarik didiskusikan ya Pak.<br />
Kalau menurut Pak Silaban, mangkraknya semua rencana transporasi massal itu lebih ke aspek teknis ekonomis atau politis ekonomis?<br />
Mungkin Pak Silaban bisa menyampaikan informasi kepada masyarakat, apa yang menyebabkan anggaran untuk transportasi massal tahun 2008 dibatalkan dan tahun 2009 ditiadakan.<br />
Jika hendak melibatkan masyarakat dalam pengambilan keputusan, bukankah proses pengambilan keputusan itu peru dibuat transparan ya Pak?<br />
Terima kasih.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Hadi</title>
		<link>http://www.togarsilaban.com/2008/12/31/quo-vadis-sistim-transportasi-surabaya/comment-page-1/#comment-684</link>
		<dc:creator>Hadi</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 21 Jan 2009 12:38:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.togarsilaban.com/2008/12/31/quo-vadis-sistim-transportasi-surabaya/#comment-684</guid>
		<description>Pak, katanya 2009 tahun pembangunan??? apakah tak dianggarkan sama sekali??? tertinggal dong dibandingkan pekan baru, semarang solo dan jogjakarta ya??? Surabaya... aduh kenapa ya???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Pak, katanya 2009 tahun pembangunan??? apakah tak dianggarkan sama sekali??? tertinggal dong dibandingkan pekan baru, semarang solo dan jogjakarta ya??? Surabaya&#8230; aduh kenapa ya???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.837 seconds -->
