Give comment to this article !
email this post
print this post


Krisis keuangan global tak boleh mengurangi upaya kampanye perubahan iklim

Category : Environment
Posted : January 4th, 2009 by Togar Silaban and 371 views so far.

Sampai pertengahan tahun 2008, komitmen internasional untuk menghambat pemanasan global boleh dikata sangat tinggi. Para pemimpin dunia bersepakat untuk melakukan upaya maksimal untuk menghambat pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim. Apalagi pada COP-13 UNFCCC di Bali, setelah melalui perjuangan berat, berhasil disepakati “Bali Roadmap” untuk menyiapkan langkah-langkah konkrit untuk menanggulangi perubahan iklim. Akan tetapi menjelang akhir tahun 2008, krisis keuangan global seolah menggerus semua perhatian dunia, dan menjadi top issue dimana-mana. Semua perhatian terpusat pada upaya menghadapi krisis keuangan global.

Krisis keuangan yang dimulai di Amerika, telah menyeret banyak lembaga keuangan internasional ke kondisi krisis yang tak pernah terjadi sebelumnya. Kebangkrutan beberapa lembaga keuangan terkemuka, mengakibatkan resesi keuangan yang terus menjalar ke seluruh penjuru dunia.Akibatnya banyak negara yang ketar-ketir menghadapi tahun 2009. Bursa keuangan dunia yang  terus menerus dihantui jatuh bangun yang tidak menentu, membawa dampak serius pada sektor dan bidang lain.

Suka atau tidak suka, prioritas banyak pihak mulai bergeser pada sektor keuangan. Berbagai negara mencoba menyusun strategi keuangan yang mau-tidak mau menggeser prioritas dari sektor lainnya ke sektor keuangan. Pergeseran prioritas ini terjadi di banyak negara, tidak saja negara-negara miskin, tapi juga melanda negara-negara maju. Pergeseran prioritas secara global ini bisa-merubah kesepakatan global untuk mengatasi peubahan iklim.

Apalagi Amerika sampai saat ini masih belum sepenuhnya mendukung upaya perlindungan iklim dalam bentuk “konsensus terikat“, maka dengan mudah Amerika menarik komitmennya untuk mendukung perubahan iklim. Fokus Amerika saat ini adalah untuk “menyelamatkan” keuangan negaranya, dengan alasan krisis keuangan, Amerika bisa mundur dari kesepakatan yang sudah dicapai pada “Bali Roadmap“. Kalau Amerika sampai menarik dukungannya dari kesepakatan perubahan iklim global, bisa-bisa Australia dan Jepang juga ikut-ikutan “mengendurkan semangat”  untuk mendukung kampanye perubahan iklim. Kalau sampai Jepang menarik diri, maka efektivitas kampanye perubahan iklim bisa melorot drastis. Sampai saat ini, Jepang merupakan pendorong utama kampanye perubahan iklim, secara finansial, Jepang merupakan negara penyumbang terbesar pada upaya perlindungan iklim.

Pertanyaannya adalah, bagaimana menjaga momentum yang sudah terbangun pada Bali Roadmap agar tetap menjadi spirit yang terus dipegang teguh. Tanpa mengurangi pentingnya upaya mengatasi krisis keuangan global,  para pemimpin dunia harus tetap diingatkan, bahwa perubahan iklim adalah krisis yang tak kalah hebatnya dari krisis keuangan global. Bedanya adalah bahwa krisis keuangan global datang secara tiba-tiba seperti “tsunami“, sementara perubahan iklim adalah krisis global yang datang secara bertahap dan pasti. Tetapi keduanya mempunyai dampak yang sangat luar biasa pada tatanan masyarakat dunia.

Karena itu perhatian terhadap kampanye perubahan iklim dan perlindungan lingkungan tidak boleh ditunda-tunda, meski krisis finansial dunia sedang melanda. Menunda upaya dan komitmen untuk mengatasi perubahan iklim, hanya akan memperbesar bencana yang bakal timbul. Bencana alam karena perubahan iklim sudah dan sedang terjadi. Meski tidak bisa secara langsung menuding siapa penyebab langsung perubahan iklim, tanggung jawab untuk mengatasinya ada pada semua pihak.  Tidak ada pihak yang dapat mengklaim diri terbebas dari kewajiban untuk ikut memperbaiki kualitas lingkungan hidup. Perubahan iklim, adalah akibat keteledoran semua pihak, karena lengah terhadap perlindungan lingkungan, bumi semakin panas, semakin membara. Akibatnya iklim berubah. 


One Comment to “Krisis keuangan global tak boleh mengurangi upaya kampanye perubahan iklim”

  1. c.maulidi

    Tanam biji yang ada ditangan meski kita tahu bahwa besok akan kiamat…



Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>





Togar Arifin Silaban

Keep Our Cities be Sustainable