Give comment to this article !
email this post
print this post


Dari mana memulai “green lifestyle”

Category : Environment
Posted : February 13th, 2009 by Togar Silaban and 378 views so far.

Banyak orang masih bingung, bagaimana harus memulai ikut menghambat pemanasan global. Apa yang harus diperbuat, dan bagaimana memulai. Kebanyakan orang sudah mulai mengerti, bahwa bencana yang sering terjadi belakangan ini sangat erat kaitannya dengan perubahan iklim. Orang semakin sering membaca dan melihat bahwa banjir bandang, badai topan, gelombang pasang yang ekstrim dan perubahan cuaca yang mendadak adalah akibat dari akumulasi pemanasan global. Perubahan iklim yang diakibatkan oleh pemanasan global difahami sebagai penyebab berbagai bencana lingkungan. Tapi belum banyak informasi yang menjelaskan, apa yang harus dilakukan oleh orang kebanyakan untuk perubahan iklim.

Akan tetapi bila dicermati dengan seksama, hubungan perubahan iklim dengan perilaku seseorang, sesungguhnya sangat jelas.  Apalagi bila dilihat dari akibat perubahan iklim kepada kehidupan seseorang. Perubahan iklim menimbulkan banjir yang volumenya sangat besar. Banjir mengakibatkan banyak orang sengsara dan harus mengungsi. Kehidupan sehari-hari pengungsi sangat terganggu, selain harta benda yang rusak, pengungsi harus meninggalkan mata pencaharian karena harus menghadapi banjir. Pengungsi kehilangan penghasilan, bahkan tidak sedikit yang menderita sakit. Perubahan iklim telah merubah kehidupan banyak orang, terutama para korban banjir.

Banjir yang melanda Jawa Timur dan Jawa Tengah belakangan ini, selain karena diakibatkan oleh penggundulan hutan, juga ditambah karena tingginya volume hujan dalam waktu yang relatif singkat. Tingginya volume air hujan, jauh melebihi hujan beberapa tahun sebelumnya. Ketika Jakarta tenggelam tergenang banjir bulan Februari 2007, ada beberapa “pakar” yang mengatakan bahwa banjir 2007 adalah siklus 5 tahunan. Artinya terjadi lima tahun lagi. Tapi apa lacur, Februari 2008, Jakarta kembali tenggelam. Tahun ini, meski berbagai upaya telah dilakukan, banjir masih mengancam Jakarta. Artinya, banjir bukan lagi sekedar disebabkan oleh hujan siklus periodik. Banjir yang datang adalah fenomena perubahan iklim, hal tersebut adalah fenomena pemanasan global.

Tidak mudah untuk melihat hubungan sebab akibat antara kebiasaan orang sehari-hari dengan bencana perubahan iklim. Perilaku hidup sehari-hari  sifatnya sangat lokal dan sering sangat individual. Sedangkan perubahan iklim sifat dan lingkupnya global, seluruh bumi. Keterkaitan satu sama lain seolah jauh dan sulit dilihat. Meski demikian, ada benang merah yang sangat jelas antara perilaku kehidupan sehari-hari (life style) dengan pemanasan global.

Beberapa tips green lifestyle di rumah dicoba dijelaskan dibawah ini.


6.


  • Tanamlah pohon sebanyak-banyaknya di rumah. Sebab sebuah pohon mampu menghisap C02 sepanjang hidupnya.
  • Matikan lampu/AC/TV dan alat-alat elektronik setiap kali selesai menggunakan. Peralatan yang masih  tersambung tetap menyerap listrik.
  • Gantilah lampu dengan lampu  yang hemat energi.
  • Hemat menggunakan air.
  • Biasakan service AC Anda secara rutin, gunakan alat-alat elektronik hemat     energi dan yang telah berlabel non-CFC.
  • Tidak membiarkan pintu kulkas terbuka terlalu lama.
  • Daur ulanglah kertas koran dan kaleng-kaleng  bekas dengan terlebih dahulu memisahkan antara sampah organik dan anorganik.
  • Belilah barang-barang daur ulang.
  • Jangan membakar sampah di pekarangan rumah.
  • Belilah produk lokal sebanyak-banyaknya, karena dari lokasi produksi sampai ke rumah anda, jarak tempuhnya relatif pendek, berarti enerji yang dipakai lebih sedikit

 


  • 1.


4 Comments to “Dari mana memulai “green lifestyle””

  1. kiky planner UGM

    wah, website yang sangat bagus…
    dan berbobot sekali.
    saya ingin tanya Pak, kalo Kota Chicago kan saat ini
    sedang melakukan reformasi pembangunan kota
    berkelanjutan dengan walikotanya M. Daley.
    nah, Bapak punya referensi ttg Kota itu dan perencanaan kotanya atau tidak?

    terima kasih sebelumnya..

  2. soerdjak

    saya mulai dengan menanam pohon2 di pekarangan saya. mau saya penuhin dengan pepohonan.

  3. eric arac

    ‘Green lifestyle’ istilah yang bagus, patut untuk disosialisasikan.
    Kita mungkin dapat melakukan ini.
    a. Memelihara tumbuhan/pohon yang ada disekitar kita, dengan
    menyiram dikala kemarau dan tidak menebang.
    b. Meminimalkan pemakaian kantong plastik. Pakailah secukupnya dan
    seirit mungkin. Dipakai berulang-ulang sampai benar-benar rusak
    dan ketika mau dibuang, pisahkanlah dari sampah yang membusuk.
    c. Tanamlah satu pohon setiap kali mudik/pulang ke kampung halaman.
    d. Ajaklah anggota keluarga, tetangga dan saudara untuk melakukan
    hal yang sama.

  4. Blog Action Day 2009: Promoting Green Lifestyle « Gorga ni Togar Silaban

    [...] itu sudah saya tuliskan di Green Lifestyle, dan anda mungkin berminat mengetahui lainnya, klik saja ke sana. Poin-poin itu baru sebagian kecil [...]



Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>





Togar Arifin Silaban

Keep Our Cities be Sustainable