Ayo Tinggalkan Plastik demi Lingkungan
Posted : February 26th, 2009 by Togar Silaban and 582 views so far.
Kamis, 26 February 2009
SURABAYA(SINDO) – Plastik adalah ancaman bagi lingkungan. Karena itu, sudah selayaknya masyarakat meninggalkan kantong plastik dan beralih ke bahan lain.
Untuk mengampanyekan hal ini, kemarin Menteri Negara Lingkungan Hidup Rahmat Witoelar mencanangkan Plastic Bag Free Day (PBFD) atau Hari Bebas Kantong Plastik. Pencanangan HBFD dilakukan di Sekolah Dasar Kristen (SDK) Santa Theresia Surabaya ditandai penandatanganan prasasti, pemberian tanda silang pada gambar kantong plastik, serta penanaman pohon di halaman SDK Santa Theresia.
Dalam pencanangan kemarin hadir pula Wali Kota Surabaya Bambang DH, Kepala Bappedal Jatim Dewi Putriatni, serta jajaran Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Surabaya. ”Plastik sangat tidak baik bagi lingkungan karena tidak mudah terurai. Butuh waktu puluhan atau ratusan tahun untuk menguraikan plastik di dalam tanah. Oleh sebab itu, kami canangkan hari bebas kantong plastik,” kata Witoelar seusai pencanangan.
Dijelaskannya,anak-anak sekolah menjadi sasaran efektif untuk sosialisasi hari bebas kantong plastik. Tujuannya, mereka ke depannya bisa menjadi kader lingkungan dan bisa menjelaskan bahaya plastik kepada masyarakat di sekitarnya.
Dia menginginkan ada gerakan nyata, baik di level pusat maupun daerah untuk menggalakkan gerakan ini. Witoelar yakin, jika gerakan dilakukan serius dan berhasil, maka akan bisa memperbaiki kualitas lingkungan. Di Surabaya misalnya, sampah plastik dianggap sebagai biang penuhnya tempat penampungan sampah (TPA).
Catatan DKP, pada 2007– 2008,tercatat ada penumpukan sampah 1.485 ton setiap harinya. Sebanyak 14% di antaranya atau 207 ton adalah sampah plastik. Pada 2008–2009 terjadi penurunan volume sampah menjadi 1.283 ton per hari.
Sementara sampah plastik mencapai 12% atau 153 ton. ”Sampah plastik memang harus dikurangi kalau tak ingin TPA Benowo cepat penuh. Plastik memang menjadi masalah serius TPA,” ungkap Kepala DKP Surabaya Hidayat Syah. (kukuh setyawan)
Sumber : Sindo





Plastic Bag Free Day (PBFD merupakan salah satu langkah awal yang baik dalam upaya menyelamatkan lingkungan kita dari dampak buruk sampah plastik…
Tapi, kita masih harus sama-sama berpikir langkah selanjutnya untuk reduksi sampah plastik ini…
Oiya, saya pernah dengar ada bahan substitusi plastik yang dari segi fungsi sama dengan plastik namun lebih ramah lingkungan sebab dapat diuraikan dapat diuraikan dalam waktu yang jauh lebih singkat dari plastik (yang bisa terurai dalam ratusan tahun)…
Bisa dibahas lebih detail ga pak di website ini?
terima kasih…
Ada bahan “plastik” yang dibuat dari singkong.
Belum tau berapa ongkos produksinya. Kalau harganya dekat dengan plastik biasa, tentu akan diupayakan. Saya belum dapat informasinya.
Atau dibuat insentif untuk pemakaian bahan itu, sementara untuk kantong plastik diberi disinsentif.
Sebagai info tambahan aja….
kemarin saya ikut seminar di kampus…
Ada 2 mahasiswa pemenang PKM (Program Kreativitas Mahasiswa) yang memberikan sedikit penjelasan mengenai penelitian mereka yakni membuat plastik dengan menggunakan batang jagung yang memiliki kandungan selulosa tinggi sebagai campurannya…
Dan jangka waktu tuk degradasi sekitar 6 minggu…penjelasan detailnya masih belum diberikan untuk mengantisipasi pencurian ide (kekayaan intelektual)…
Terima kasih…
melihat bahaya2 yang ditimbulkannya, sudah saatnya kita mengurangi penggunaan kantong plastik.
sudah punya tas baGoes? baGoes adalah solusi nyata untuk membantu mengurangi penggunaan kantong plastik. Selain bisa dilipat menjadi gantungan kunci, baGoes dapat mengganti hingga 1000 kantong plastik.
info lebih lanjut mengenai tas baGoes bisa dilihat di http://shop.greeneration.org
yuk sebarkan pengurangan penggunaan kantong plastik ini, untuk mendukung terwujudnya Indonesia tuntaskan sampah!
Salam,
Reta Yudistyana
Greeneration Indonesia
–
Greeneration Indonesia
green attitude green environment
Kanayakan D 35 . Bandung 40135
Jawa Barat – Indonesia
Telp/Fax: 62-22-2500 189
Email: info@greeneration.org
Web: http://www.greeneration.org
Kalau mau lebih ‘nyata’ melakukan sumbangsih kita , sebaiknya kita memfokuskan pada problem awalnya…yaitu sampah kita.
Saya telah menggunakan keranjang Takakura yg dibisa dibeli dari Pusdakota. Sisa organik dr dapur saya kompos sendiri, 1 ltr sampah organik ini menyusust menjadi segenggam tanah. Tanah kompos ini kita buang di taman kita sbg pupuk.
Alhasil kita tidak memerlukan kantung kresek terlalu banyak.
Pemkot juga tidak perlu menyediakan truck sampah yg boros solar utk mengangkut sampah kita ke TPA.
Komposter ini ibaratnya sekali tepuk 3 nyawa:
-hemat kresek
-pupuk gratis utk kebun
-hemat BBM
Kalau mau lebih rajin: pilahlah kertas, plastic, botol di 3 keranjang sampah di garasi. Kalau sudah penuh di berikan pemulung, mereka akan sangat bersenang hati.
Harga dari Pusdakota Rp90,000.
http://olahsampah.multiply.com/journal/item/11
Hayo nyatakan peduli kita hari ini dgn Takakura