Give comment to this article !
email this post
print this post


58 Trilliun rupiah pertahun terbuang sia-sia

Category : Environment
Posted : April 20th, 2009 by Togar Silaban and 256 views so far.

Sebanyak 58 trilliun rupiah setiap tahun terbuang sia-sia di Indonesia, karena sistim sanitasi yang buruk.  Suatu angka yang luar biasa besar. Angka itu adalah kerugian ekonomis yang hilang untuk menangani akbibat dari sanitasi yang buruk di Indonesia. Seandainya sistim sanitasi Indonesia sudah baik, maka sekian besar biaya yang bisa di hemat. Angka itu tidak main-main, bagaimana tidak, yang mengemukakannya adalah orang yang sangat kompeten di bidang sanitasi. Karena hal itu disampaikan oleh Menteri Pekerjaan Umum, Djoko Kirmanto, pada acara “Konvensi Sanitasi Perkotaan”, di Jakarta 20 April 2009.

Indonesia masih harus berjuang habis-habisan untuk memiliki sistim sanitasi yang baik. Sebab meski sudah lebih dari 63 tahun merdeka, kondisi sanitasi perkotaan masih sangat meprihatinkan. Lebih dari 58 trilliun rupiah menjadi beban tambahan masyarakat Indonesia. Yang lebih menyakitkan adalah bahkan pada tingkat menteri pun masih ada yang kurang “ngeh” tentang sanitasi. Dalam kesempatan informal sehabis membuka secara resmi konvensi sanitasi, Menteri PU bercerita:

“Sewaktu saya melaporkan tentang MCK (mandi cuci kakus) dalam suatu rapat Menteri, Menteri Anu (disamarkan, Menteri PU sebenarnya menyebut jabatan Menteri tersebut) mengatakan: Lho MCK masih diurus toh. Demikian kata Menteri PU. Bisa dibayangkan, bagaimana rendahnya perhatian terhadap sanitasi. Seorang Menteri saja merasa keheranan mengapa Menteri PU mengurusi MCK. Apalagi masyarakatawam, apa pendapat mereka tentang sanitasi ??.

Tidak heran kalau banyak masyarakat yang beranggapan bahwa, “ketika seseroang membilas toilet  sehabis BAB, masalah sudah selesai.” Padahal yang sesungguhnya adalah persoalan baru dimulai. Kalau hampir 3 juta orang di Surabaya BAB setiap hari, maka tinggal menghitung berapa volume faeces yang harus dikelola. Tentu saja faeces dari 3 juta orang di Surabaya itu tidak bisa “menghilang” begitu saja.  Masalah bertambah rumit karena hanya segelintir orang yang bekerja untuk menyelesaikan sanitasi.

Dan meski pengelolaan sanitasi berhasil dikerjakan dengan baik, tak ada orang yang menghargai. Dalam istilah Walikota Medan, “Sanitasi tidak membuat orang lain bertepuk tangan”. Bila anda berprestasi baik di bidang sanitasi, tidak akan ada orang yang memuji anda. Sanitasi masih termarjinalkan, sanitasi masih “barang aneh” yang dianggap tak memerlukan perhatian.

***

Konvensi Sanitasi Perkotaan dilaksanakan di Departemen PU tanggal 20-21 April 2009, dihadiri oleh perwakilan dari 30 “wilayah perkotaan”. Acara dibuka oleh Menteri PU, dihadiri oleh Gubernur Jawa Timur, Gubernur Kalimantan Selatan, sejumlah walikota dan Bupati dari 30 “wilayah perkotaan”. Acara konvensi ditandai dengan penanda tanganan kesefahaman antar Gubernur, Bupati dan Walikota,  dimana diharapkan akan ada perhatian yang lebih besar terhadap sanitasi.

The question is: HOW WE GONNA DO FOR URBAN SANITATION ??.


2 Comments to “58 Trilliun rupiah pertahun terbuang sia-sia”

  1. Erly Silalahi

    Megapa dikatakan terbuang sia-sia pak?
    Bukannya dana itu memang benar-benar dialokasikan untuk kegiatan konstruksi, operasional, dan pemeliharaan fasilitas sanitasi itu sendiri?
    Terima kasih…

  2. Togar Silaban

    Judul itu memang agak “flowery” sehingga mungkin bisa terbaca “bias”. Yang dimaksud adalah “economic losses” akibat sanitasi buruk.

    Sejumlah orang menderita sakit diare disebabkan sanitasi buruk. Karena sakit, maka timbul biaya kerugian, antara lain: membeli obat, bayar dokter dan perawat, biaya inap di rumah sakit, kehilangan jam kerja atau jam sekolah dan lain-lain. Kerugian ini dihitung secara ekonomis.

    Seandainya sanitasi baik, maka tidak ada orang yang sakit diare, berarti tidak perlu pula mengeluarkan biaya berobat, tidak perlu bayar dokter dan perawat, tidak perlu bayar biaya inap di rumah sakit.

    Kira-kira demikian penjelasannya.



Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>





Togar Arifin Silaban

Keep Our Cities be Sustainable