Emisi karbon meningkatkan racun cyanida pada daun singkong
Posted : July 14th, 2009 by Togar Silaban and 582 Views so far.
Kalau anda menyukai sayur daun singkong, maka ada baiknya anda mencermati artikel ini. Penelitian para ahli menemukan bahwa meningkatnya emisi karbon di udara telah menimbulkan racun cyanida pada daun singkong. Cyanida adalah racun yang sangat berbahaya, dan bisa menimbulkan kematian.
Daun singkong dan umbinya mengandung zat glikosida (glycocides) yang terpecah dan melepaskan racun hidrogen cyanida. Penggilingan umbi singkong (Jawa : pohong, Batak : sirio) dapat melepaskan dan menghilangkan hydrogen cyanida dari singkong. Demikian juga ketika daunnya di giling dan ditumbuk, hydrogen cyanida juga terlepas dari darun singkong.
Sebuah penelitian di Universitas Monash Australia, menemukan bahwa peningkatan konsentrasi CO2 di udara, secara bersamaan juga meningkatkan produksi glikosida pada daun singkong. Akan tetapi dilaporkan bahwa glikosida dalam umbi singkong tidak ikut bertambah. Bila emisi CO2 meningkat dua kali lipat, konsentrasi glikosida pada daun singkong juga ikut meningkat dua kali.
Sebuah studi lain di Nigeria menunjukkan bahwa 9 persen orang Nigeria menderita penyakit keracunan cyanida karena makan singkong. Singkong adalah salah satu makanan utama di Afrika termasuk di Nigeria. Keracunan cyanida dapat menimbulkan penyakit yang oleh orang Nigeria disebut “Konzo”.
Seperti halnya di Afrika, daun singkong juga banyak di konsumsi di Indonesia sebagai sayuran. Masyarakat Indonesia sudah sangat umum menikmati sayur daun singkong. Pada masyarakat Batak, sayur singkong disebut “ingkau rata”, yang biasanya ditumbuk, lalu dimasak dengan kuah santan. Di Bali, daun singkong juga dikonsumsi sehari-hari sebagai pelengkap “lawar”. Di Jawa, daun singkong dikenal dalam pecel dan urap-urap.
Penelitian di Australia mengingatkan tanda bahaya bagi tanaman singkong yang berada di wilayah perkotaan bisa mengandung glikosida yang berlipat ganda, karena peningkatan konsentrasi CO2 yang sangat besar. Untuk Indonesia, penelitian sejenis sangat diperlukan, mengingat besarnya masyarakat yang mengkonsumsi daun singkong.
,
Lihat artikel tentang Daun singkong yang bisa beracun.





Leave a Reply