Outlook
SANITASI, Bom Waktu yang Terus Berdetik
Kompas, Rabu, 19 Maret 2008
Oleh: Brigitta Isworo L
Jumlah penduduk Jakarta tahun 2000 sekitar 8,36 juta orang, sementara tahun 2006 menjadi 8,9 juta orang. Suatu saat masalah sanitasi akan bisa menjadi bom waktu bagi lingkungan kita. Sebagian dari kita tidak sadar bahwa setiap tetesan polusi yang kita lemparkan ke badan air kita lama-kelamaan akan berjumlah sangat besar dan akhirnya menjadi pencemar lingkungan yang sangat berbahaya bagi kesehatan kita. Proses pencemaran akibat sanitasi buruk memang butuh lama untuk bisa terlihat dampaknya sehingga orang tidak sadar akan bahayanya dan cenderung mengabaikannya. …read more!
Terengah-engah Mengatasi Ketertinggalan
Oleh: Sri Hartati Samhadi
Kompas, Rabu, 19 Maret 2008 | 00:59 WIB
Dari laporan Sasaran Pembangunan Milenium (Millenium Development Goals) tahun 2007 yang disampaikan Pemerintah Indonesia, pemerintah mengklaim sudah membuat kemajuan yang memuaskan dalam pencapaian target ke-10 MDGs, yakni menyangkut perbaikan akses ke air minum dan sanitasi dasar. Jumlah mereka yang tak memiliki akses ke sarana dan prasarana sanitasi dasar sudah turun dari 22,5 persen (2004) menjadi 18,2 persen (2007) di perkotaan dan dari 47,8 persen menjadi 40 persen di pedesaan. Artinya, secara rata-rata (perkotaan-pedesaan) angkanya sudah turun menjadi 34,5 persen. …read more!
Lingkungan, Sanitasi Buruk, Ancam Kehidupan
Kompas, Rabu, 19 Maret 2008
Oleh: Elok Dyah Messwati
Awalnya hanya ada 10 rumah yang mempunyai dan memakai jamban. Munculnya rasa jijik, malu, dan berdosa menjadikan warga Ciseke, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Sukabumi, tidak mau lagi membuang kotoran sembarangan. Seorang spesialis sanitasi lingkungan dan air dari Unicef, Dr Hening Darpito, dalam laporannya menuliskan, dalam tempo sekitar empat bulan, sebanyak 138 keluarga yang menghuni 121 rumah di Ciseke mampu membebaskan diri dari buang air besar sembarangan. Mereka dengan sukarela dan sesuai kemampuannya sendiri membangun jamban dekat tempat tinggalnya. Kini mereka merasa lebih nyaman memiliki jamban di dekat rumah, tidak perlu repot ke kebun atau ke sungai jika perut sudah melilit. …read more!
Indonesia dan Jamban Terpanjang di Dunia
Kompas, Rabu, 19 Maret 2008
Oleh: Sri Hartati Samhadi
Jika India dengan Mumbai dan Kalkuta-nya dikenal di seantero dunia sebagai ibu kota permukiman kumuh dunia (global slum capital), maka Indonesia bisa dikatakan adalah mal jamban terpanjang di dunia.Bayangkan, di Jakarta saja ada lebih dari satu juta septic tank. Sekitar 60 persen rumah di Ibu Kota memiliki sumur yang berjarak kurang dari 10 meter dari septic tank. Melimpahnya populasi septic tank yang terus bertambah tanpa adanya regulasi yang baik ini mengakibatkan pencemaran air tanah dan membahayakan jutaan penduduknya. …read more!
Siapa Bermain di Belakang Terbitnya PP No 2/2008?
Kompas, Kamis, 6 Maret 2008
Oleh: Sri Hartati Samhadi
Melalui ancaman untuk menyeret Pemerintah Republik Indonesia ke arbitrase nasional, segelintir perusahaan pertambangan multinasional empat tahun lalu berhasil menekan pemerintah untuk menerbitkan Peraturan Pengganti Undang-undang atau Perpu Nomor 1 Tahun 2004 yang membolehkan mereka melakukan kegiatan penambangan terbuka di kawasan hutan lindung. …read more!
Lapindo & Penataan Ruang
Bulan Mei kemarin semburan lumpur panas di Sidoarjo akan genap bsetahun, namun belum juga menunjukkan tanda-tanda akan berhenti. Banyak sudah cerita ditulis, beragam gambar menghiasi TV. Cerita tragis memilukan tidak sedikit. Sudah terlalu banyak yang terganggu dan menjadi korban. Lapindo sebagai perusahaan eksplorasi gas yang memulai cerita, sampai adanya semburan liar tidak terkendali. Entah kapan akan berhenti. Semua pihak rugi. Banyak yang sudah dilakukan, tapi semua belum cukup mengatasi dan menanggulangi dampak. Banyak aspek yang bisa ditulis, berbagai argumentasi disampaikan. Urun pendapat mungkin bisa menambah wacana. …read more!
Mengelola Bencana Perkotaan
Harian Kompas edisi minggu 1 April 2007 halaman 25 memuat suatu tulisan dengan judul “Kota berbasis bencana”. Dalam tulisan itu dijelaskan perlunya penyiapan suatu fasilitas taman evakuasi kalau-kalau terjadi bencana kota. Meski tidak dijelaskan seperti apa bencana kota itu, tapi tersirat bahwa bencana kota yang terutama adalah banjir dan kebakaran. Taman evakuasi yang diusulkan berupa bangunan berlantai tiga dirancang diatas ruang terbuka hijau kota yang tetap dapat difungsikan untuk kegiatan tertentu pada saat tidak terjadi bencana. …read more!
Pemberdayaan UKM dan pembangunan perkotaan
Beberapa orang anggota DPRD Propinsi Jawa Timur sedang menggagas suatu Rancangan Peraturan Daerah Propinsi yang intinya ingin membatasi pembangunan Mall (pusat pertokoan) di Surabaya. Menurut pendapat mereka jumlah Mall di Surabaya sudah terlalu banyak dan dapat mengancam pedagang kecil yang selama ini berusaha di pasar-pasar tradisional. Raperda itu diharapkan dapat melindungi pedagang kecil-mikro (UKM) yang ada di pasar-pasar tradisional. Konon menurut mereka perbandingan jumlah Mall dengan jumlah penduduk adalah 1 (satu) Mall untuk 500.000 penduduk. Maka menurut hitungan itu, secara kasar untuk Surabaya yang berpenduduk kurang lebih 3 juta jiwa, cukup 6 buah Mall saja. Entah darimana dasar perhitungan ini. …read more!
Comprehensive Kampung Improvement Program
COMPREHENSIVE KAMPUNG IMPROVEMENT PROGRAM
Notes :
This paper is originally written in 1999 and submitted to ICLEI in Ottawa for application of Local Initatives Awards. On behalf of City of Surabaya Togar A. Silaban submited this paper to compete with other cities in the world. Unfortunately, Surabaya did not make to obtain the world class awards. …read more!
Doing Business in Surabaya
Written by Togar Arifin Silaban.
Preface
This is a text version of a paper prepared in April 2006 for investment promotion of Surabaya. Then, the paper is converted into a brochure (book) by city administration of Surabaya. Book version of this paper is designed in such way, pictures added into the paper, so, it becomes a handy book. …read more!
Stakeholders Awareness for a Better Air Quality in Surabaya
Presented at “Second Meeting Kitakyushu Initiative Network“, Weihai, China, 15-17 October 2003
This article also available at Iges.or.jp
Sustainable Urban Transport Approach, Reducing Congestion and Pollution in Surabaya
Presented at : “ADB Regional Workshop – Transport Planning, Demand Management and Air Quality”
Venue : Manila, Philippines
Date : 26-27 February 2002
This article also available at ADB.org

